Kampanye Pupuk Organik Dari Klaten

Memperingati Hari Pangan se-Dunia, Paguyuban Tani Organik “Sari Pratiwi" Klaten, Jawa Tengah, menggelar pameran hasil-hasil pertanian yang menggunakan pupuk organik mulai Sabtu (20/10) hingga Minggu (21/10) kemarin. Pameran ini merupakan bagian dari kampanye kepada petani agar melepaskan ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia (anorganik).

Di Lokasi pameran yang menempati Lapangan Ngendo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, Paguyuban Tani Organik (PTO) Sari Pratiwi Klaten juga menggelar Sarasehan “Hak Atas Pangan." Sarasehan menghadirkan pembicara Dosen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dr FX Wagiman, Direktur Operasional CV Lembah Hijau Multi Farm Solo Andreas Guno Pradangga, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama KH Muhaimin.

Pameran hasil pertanian yang menggunakan pupuk organik ini diikuti sejumlah kelompok tani organik. Produk yang dipamerkan semuanya berasal dari pertanian organik, seperti beras organik, berbagai jenis sayuran organik seperti wortel, sawi, kentang, pare, tomat, cabai, kacang panjang, kangkung, bayam. Juga ada jagung, singkong, dan ubi-ubian. Sejumlah kelompok tani juga memamerkan makanan olahan dari hasil pertanian organik, seperti jus wortel instan dan berbagai jenang.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Klaten Sri Mulyaningsih menyambut baik langkah PTO Sari Pratiwi yang terus memasyarakatkan penggunaan pupuk organik. Sebab, dari satu juta petani di Klaten baru 20-an persen yang menggunakan pupuk organik. “Belum banyak yang menyadari dampak dari penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan," ujarnya.Ketua PTO Sari Pratiwi B Jarot Triwibowo di lokasi pameran menyatakan tekadnya untuk terus menyosialisasikan dampak negatif penggunaan pupuk anorganik bagi pelestarian alam dan kesehatan manusia.